Al-Shabaab Serbu Penjara Somalia, 7 Tentara Tewas

BNOW ~ Al-Shabaab serbu penjara Somalia, tepatnya di kota Bosaso, negara bagian semiotonom Puntland, Jumat dini hari, 5 Maret 2021. Tujuh tentara tewas dalam serangan dari kelompok afiliasi Al Qaeda tersebut.

“Tadi malam banyak pria bersenjata menyerang kami dari berbagai arah. Kami melawan tapi akhirnya mereka masuk penjara pusat dengan paksa menggunakan ledakan,” ujar Mohamed Abdi, seorang penjaga penjara, kepada Reuters.

Para penyerang, kata Abdi, membebaskan para tahanan dan membawa sebagiannya bersama mereka. “Ada pertempuran yang sangat mengerikan. Saat aku bertempur di dalam, kami kehilangan lima tentara.”

Dua tentara lain yang dikirim untuk memperkuat penjagaan penjara, kata Abdi, tewas di dalam mobil mereka yang dibakar anggota Al-Shabaab.

Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer Al-Shabaab mengatakan dalam serangan itu kelompoknya membebaskan sekitar 400 tahanan. Sebagian di antaranya adalah anggota Al-Shabaab.

“Para tahanan termasuk pria dan wanita yang merupakan anggota Al-Shabaab, berada di penjara selama lebih dari 10 tahun,” ujar Musab.

Pihak berwenang tidak mengonfirmasi jumlah tahanan yang dibebaskan dari penjara utama di kota terbesar Puntland tersebut. Al-Shabaab sering membesar-besarkan keberhasilannya dalam serangan semacam itu.

Komandan polisi Bosaso Kolonel Hussein Ali mengatakan operasi sedang dilakukan untuk menangkap kembali para tahanan yang melarikan diri atau dibawa pergi oleh kelompok Al-Shabaab.

Al-Shabaab sering melakukan serangan semacam itu di Somalia dan di tempat lain sebagai bagian dari kampanye menggulingkan pemerintah pusat di Mogadishu. Mereka menetapkan aturannya sendiri berdasarkan interpretasi yang ketat terhadap syariat Islam.

Kelompok tersebut memiliki pemerintahan layaknya sebuah negara resmi lengkap menteri, polisi, militer, dan pengadilan. Para militan ini telah berperang melawan pemerintah Somalia dan pasukan misi penjaga perdamaian Afrika di Somalia selama lebih dari satu dekade.

Al-Shabaab atau “Pemuda” adalah salah satu afiliasi aktif Al Qaeda di Somalia. Kelompok militan ini pernah menguasai Mogadishu, ibu kota Somalia, pada 2006.

Baca Juga: Badai Tropis Gati Hantam Somalia

Al-Shabaab juga pernah menyerang di luar Somalia untuk pertama kalinya pada 2010, ketika pemboman bunuh diri menewaskan 74 orang di ibu kota Uganda, Kampala.

Cikal bakal Al-Shabaab adalah Al-Ittihad al-Islami yang muncul pada 1990-an, setelah jatuhnya rezim Siad Barre akibat perang saudara.

Tiga hari sebelum Al-Shabaab serbu penjara, kelompok itu mengeksekusi lima orang di kota Jilib wilayah Juba Tengah, Somalia selatan. Juba Tengah merupakan satu-satunya wilayah di negara Tanduk Afrika yang dikontrol sepenuhnya oleh Al-Shabaab.

Abdirahman Adan, pejabat lokal administrasi Jubaland di ibukota administratif negara bagian Kismayo, kepada Anadolu Agency melalui telepon mengatakan orang-orang yang dieksekusi adalah warga sipil.

“Ini bukan pertama kalinya teroris Al-Shabaab mengeksekusi warga sipil. Mereka juga memaksa warga kota Jilib untuk keluar dan menyaksikan eksekusi,” ujar Adan.

Kelima korban dieksekusi di depan ratusan warga Jilib oleh regu tembak setelah “pengadilan Al-Shabaab” memvonis mereka sebagai mata-mata untuk badan intelijen Amerika Serikat dan Somalia.

Terkini

Kasus Covid 19 di China Diduga Menyebar Sejak Awal Oktober

Para peneliti di Universitas Kent Inggris menduga virus yang menyebabkan penyakit covid 19 mulai menyebar di China sejak awal Oktober 2019.

Taliban Ambil Alih Wilayah Terpenting Afghanistan

Lusinan distrik jatuh ke tangan Taliban sejak 1 Mei ketika Amerika Serikat dan NATO menarik mundur pasukan terakhir mereka dari Afghanistan.

Inggris Tetapkan Jumlah Penonton Final Euro 2020 di Stadion Wembley

Keputusan penambahan kapasitas penonton di Wembley keluar setelah Perdana Menteri Italia meminta pertandingan final Euro 2020 dipindahkan.

Hacker Korea Utara Diduga Serang Institut Nuklir Korea Selatan

Sebelum menyerang KAERI, kelompok hacker Korea Utara Kimsuky diduga telah memasang malware dalam database dokumen Covid-19 Korea Selatan.

Related articles

1 Comment

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here