Fitur WhatsApp Pay Dibatasi untuk 20 Juta Pengguna di India

BNOW ~ Pengguna Whatsapp di India sejak 6 November lalu dapat mengirim uang melalui aplikasi perpesanan tersebut dengan menggunakan fitur WhatsApp Pay.

WhatsApp melalui laman blognya menuliskan, sistem pembayaran tersebut memungkinkan pengguna mengirim uang semudah pengiriman pesan.

“Pengguna dapat dengan aman mengirim uang kepada anggota keluarga atau membayar bersama barang yang telah dibeli meskipun berjauhan. Mereka tidak perlu lagi memberikan uang tunai secara langsung atau pergi ke bank lokal.”

WhatsApp Pay berkolaborasi dengan National Payments Corporation of India atau NPCI__perusahaan pembayaran nasional India, menggunakan antarmuka pembayaran terpadu bernama Unified Payment Interface atau UPI.

UPI adalah sistem pembayaran online pertama di India yang memungkinkan transaksi dengan dukungan lebih dari 160 bank.

“Kami sangat senang dapat bergabung dengan kampanye di India untuk meningkatkan kemudahan dan penggunaan pembayaran digital, guna membantu memperluas inklusif keuangan di negara tersebut,” tulis WhatsApp.

Untuk mengirim uang melalui WhatsApp, pengguna memerlukan rekening bank dan kartu debit di India.

“Pengguna dapat mengirim uang di WhatsApp kepada siapa pun yang menggunakan aplikasi yang didukung UPI.”

Hanya untuk 20 Juta Pengguna

Walaupun WhatsApp memiliki lebih dari 400 juta pengguna di India, fitur tersebut hanya diterima oleh 20 juta pengguna saja.

Ini salah satu sebab WhatsApp Pay disambut hangat karena tersedia secara terbatas.

Selain itu, perusahaan milik Facebook tersebut juga harus bersaing dengan aplikasi pembayaran murni seperti PhonePe milik Walmart, Paytm, dan Google Pay, yang tiba lebih dulu.

Demi menghindari terjadinya monopoli, NPCI akan membatasi volume transaksi dalam sistem pembayaran UPI tidak lebih dari 30 persen.

Volume transaksi akan diukur untuk tiga bulan sebelumnya. Aturan tersebut berlaku mulai 1 Januari 2021.

Hingga saat ini, Google Pay dan PhonePe menguasai 40 persen pangsa pasar UPI. November lalu, keduanya masing-masing mencatat 960 juta dan 868 juta transaksi.

Masuknya Whatsapp ke dalam industri itu diyakini bakal memicu persaingan yang sehat antaraplikasi.

Menurut data NPCI, sejak diluncurkan hingga sekarang jumlah transaksi WhatsApp Pay mencapai 310 ribu lebih.

Namun, kata para ahli, jalan WhatsApp masih panjang. Banyak pengguna masih belum tahu kalau WhatsApp telah memiliki fitur pembayaran.

Selain itu, WhatsApp Pay tak seperti aplikasi pembayaran lain karena terintegrasi dalam jendela obrolan.

“Banyak orang tidak membuka WhatsApp dengan maksud melakukan pembayaran. Tidak seperti Paytm dan Google Pay di mana Anda biasanya memakai untuk melakukan pembayaran,” ujar Faisal Kawoosa, analis techARC, seperti dilansir Livemint, Kamis, 10 Desember 2020.

Di sisi lain, hal itu malah dinilai sebagai keunggulan WhatsApp Pay. “Banyak merchant sudah menggunakan WhatsApp dari sudut pandang transaksi untuk berbagi foto dan video produk dengan pelanggan. Pembayaran dilakukan melalui aplikasi pihak ketiga seperti Paytm,” ujar Sanchit Vir Gogia, pendiri dan kepala eksekutif Greyhound Research.

Cara Menggunakan WhatsApp Pay

Fitur pembayaran WhatsApp mudah dilakukan. Pengguna tinggal memilih ikon lampiran yang di situ tertera daftar bank. Tinggal pilih bank mana yang akan ditautkan ke akun pengguna.

Sejauh ini, sebut WhatsApp, mereka bekerjasama dengan lima bank terkemuka di India yaitu ICICI Bank, HDFC Bank, Axis Bank, State Bank of India, dan Jio Payments Bank.

Selanjutnya, WhatsApp akan meminta pengguna untuk memverifikasi nomor telepon mereka melalui SMS. Setelah nomor telepon diverifikasi, pengguna harus memilih rekening bank yang ingin ditautkan ke WhatsApp Pay.

Sesudah itu untuk mengirim pembayaran, buka laman obrolan dan ketuk ikon lampiran untuk mulai mengirim.

Pembayaran itu hanya dapat diterima oleh pengguna yang WhatsApp-nya juga punya fitur serupa.

WhatsApp mengklaim fitur pembayaran itu dirancang dengan seperangkat prinsip keamanan dan privasi yang kuat.

Kenapa India?

Alasan Facebook meluncurkan fitur tersebut di India karena negara tersebut sejauh ini adalah pasar terbesar WhatsApp.

Seorang juru bicara WhatsApp mengonfirmasi bahwa platform tersebut memang memiliki lebih dari 400 juta pengguna aktif bulanan di India.

Fitur itu sebenarnya pertama kali diluncurkan di India dalam versi beta pada 2018. Namun, peluncuran secara penuh tertunda bertahun-tahun karena muncul kekhawatiran tentang penyimpanan dan berbagi data.

Terkini

Kasus Covid 19 di China Diduga Menyebar Sejak Awal Oktober

Para peneliti di Universitas Kent Inggris menduga virus yang menyebabkan penyakit covid 19 mulai menyebar di China sejak awal Oktober 2019.

Taliban Ambil Alih Wilayah Terpenting Afghanistan

Lusinan distrik jatuh ke tangan Taliban sejak 1 Mei ketika Amerika Serikat dan NATO menarik mundur pasukan terakhir mereka dari Afghanistan.

Inggris Tetapkan Jumlah Penonton Final Euro 2020 di Stadion Wembley

Keputusan penambahan kapasitas penonton di Wembley keluar setelah Perdana Menteri Italia meminta pertandingan final Euro 2020 dipindahkan.

Hacker Korea Utara Diduga Serang Institut Nuklir Korea Selatan

Sebelum menyerang KAERI, kelompok hacker Korea Utara Kimsuky diduga telah memasang malware dalam database dokumen Covid-19 Korea Selatan.

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here