Gara-gara Genset, Tentara Israel Tembak Warga Palestina

BNOW ~ Gara-gara genset, tentara Israel menembak seorang warga Palestina hingga korban lumpuh.

Insiden terjadi Jumat lalu ketika segerombolan tentara Israel bermaksud mengambil genset dari Haroun Abu Aram dan tiga pria lainnya, di Desa A-Rakeez dekat perbukitan Hebron selatan.

Haroun, 24 tahun, berusaha mempertahankan genset dari sitaan tentara Israel. Generator listrik itu rencananya akan digunakan dalam pembangunan rumah tetangganya.

Rekaman video yang diunggah di media sosial memperlihatkan keributan antara lima tentara Israel dengan Haroun dan tiga pria lainnya.

Haroun yang tidak beralas kaki bergulat dengan tentara Israel. Seorang tentara memukul kepala Haroun dengan senapan serbu.

Beberapa warga Palestina lainnya, termasuk dua perempuan, mendekati pertengkaran untuk melerai.

Tak lama, sebuah tembakan meletus diikuti teriakan histeris. Rekaman video memperlihatkan Haroun telah tergeletak di tanah akibat terkena tembakan.

Setelah itu, tentara Israel mundur. Mereka tidak jadi mengambil genset tersebut. Saat warga sedang meratapi di sekitar tubuh Haroun, suara tembakan kedua terdengar.

Warga kemudian berteriak meminta pria yang terluka itu segera dilarikan ke rumah sakit.

Kelompok HAM Israel, B’Tselem mengatakan dari keterangan saksi, tentara zionis juga menembaki mobil warga Palestina yang akan membawa Haroun ke rumah sakit.

Buntut Penghancuran Rumah

Penembakan itu buntut dari operasi rutin Israel untuk menghancurkan rumah-rumah warga Palestina di Tepi Barat.

Pasukan Pertahanan Israel atau IDF mengatakan tentara sebelumnya menyita sebuah bangunan di Desa At-Tuwani. Bangunan yang berada di wilayah Palestina itu dianggap ilegal karena dibangun tanpa izin dari otoritas Israel.

IDF mengetahui penembakan Haroun dan berdalih sedang menyelidikinya. IDF berkilah operasi dilakukan untuk menghadapi pelemparan batu oleh sekitar 150 warga Palestina.

Namun, dalam video berdurasi pendek itu tidak terlihat insiden pelemparan batu yang dimaksud.

Mohammed Ribe, kepala komite desa setempat, mengatakan kepada CNN rumah keluarga Haroun sendiri telah dihancurkan sebulan yang lalu.

Haroun berusaha melindungi properti tetangganya ketika IDF datang untuk mengosongkan rumah tersebut selama operasi pada hari Jumat.

“Haroun berusaha membantu tetangganya untuk mendapatkan generator listrik mereka kembali ketika dia ditembak di belakang lehernya,” ujar Mohammed Ribe.

Otoritas rumah sakit Hebron mengatakan akibat tembakan itu saraf dan tulang punggung Haroun rusak. Selain itu, empat bagian tubuhnya lumpuh. Selama perawatan, Haroun bernafas melalui ventilator.

Berlanjut di Tengah Pandemi

Pandemi corona tak menyurutkan niat Israel untuk mengurangi operasi penghancuran rumah warga Palestina. Selama 2020, kata B’Tselem, jumlah rumah dan infrastruktur Palestina yang dihancurkan makin bertambah.

“Ini bagian dari kebijakan yang dirancang pemerintah Israel untuk menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat bagi komunitas Palestina, untuk memaksa mereka keluar dan mengambil alih tanah mereka.”

Selepas operasi penghancuran itu, warga Palestina di Perbukitan Hebron Selatan dan daerah sekitar A-Rakeez kini sedang menunggu keputusan Pengadilan Tinggi Israel tentang pemindahan paksa lebih dari seribu penduduk yang tidak punya rumah lagi.

Terkini

Kasus Covid 19 di China Diduga Menyebar Sejak Awal Oktober

Para peneliti di Universitas Kent Inggris menduga virus yang menyebabkan penyakit covid 19 mulai menyebar di China sejak awal Oktober 2019.

Taliban Ambil Alih Wilayah Terpenting Afghanistan

Lusinan distrik jatuh ke tangan Taliban sejak 1 Mei ketika Amerika Serikat dan NATO menarik mundur pasukan terakhir mereka dari Afghanistan.

Inggris Tetapkan Jumlah Penonton Final Euro 2020 di Stadion Wembley

Keputusan penambahan kapasitas penonton di Wembley keluar setelah Perdana Menteri Italia meminta pertandingan final Euro 2020 dipindahkan.

Hacker Korea Utara Diduga Serang Institut Nuklir Korea Selatan

Sebelum menyerang KAERI, kelompok hacker Korea Utara Kimsuky diduga telah memasang malware dalam database dokumen Covid-19 Korea Selatan.

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here