Korea Utara Absen dari Olimpiade Tokyo, Ini Sebabnya

BNOW ~ Korea Utara memutuskan absen dari Olmpiade Tokyo. Kementerian Olahraga Korea Utara dalam situsnya mengatakan Komite Olimpiade Nasional mengeluarkan keputusan itu pada 25 Maret lalu. Disebutkan, Korea Utara tidak akan berpartisipasi dalam olimpiade untuk melindungi atlet dari “krisis kesehatan masyarakat dunia yang disebabkan Covid-19.”

Keputusan ini menjadikan Korea Utara menjadi negara pertama yang keluar dari Olimpiade Tokyo karena kekhawatiran virus corona. Langkah Korea Utara menyiratkan tantangan yang dihadapi Jepang sebagai tuan rumah yang berjuang menggelar kompetisi olahraga global di tengah amuk pandemi.

Olimpiade Tokyo sedianya digelar tahun lalu. Akibat pandemi, jadwal digeser menjadi 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. Penyelenggara akan menerapkan tindakan pencegahan virus, seperti melarang penonton dari luar negara dan memastikan keselamatan atlet.

Namun, tetap ada kekhawatiran Olimpiade Tokyo dapat memperburuk penyebaran virus dan meningkatnya beban kasus di Jepang. Selain itu, upaya vaksinasi yang lambat telah menimbulkan keraguan publik apakah Olimpiade harus diadakan atau tidak.

Komite Olimpiade Jepang mengatakan Korea Utara belum memberi tahu mereka tentang keputusan tidak akan berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo. Katsunobu Kato, kepala sekretaris kabinet Jepang, mengatakan pada Selasa, 6 April 2021, pemerintah berharap banyak negara akan bergabung dalam olimpiade dan ia menjanjikan tindakan pencegahan virus secara terukur.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyesalkan keputusan Korea Utara. Mereka awalnya berharap Olimpiade Tokyo memberikan kesempatan meningkatkan hubungan Korea Utara dan Korea Selatan. Hubungan kedua negara kini menurun di tengah kebuntuan negosiasi nuklir antara Washington dan Pyongyang.

Korea Utara mengirim 22 atlet ke Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan. Ikut juga pejabat pemerintah, artis pertunjukan, jurnalis, dan kelompok pendukung wanita yang semuanya berjumlah 230 orang.

Di Pyeongchang Games, atlet Korea Utara dan Selatan bersama-sama berbaris di bawah peta biru yang melambangkan Semenanjung Korea bersatu. Sementara pemandu sorak berpakaian merah Korea Utara memikat perhatian dunia.

Baca Juga: PBB Tuduh Korea Utara Curi Uang Kripto untuk Danai Proyek Nuklir

Kedua negara juga menurunkan tim olimpiade gabungan pertama dari cabang hoki es putri. Tim ini mendapat dukungan penuh penonton meskipun kalah dalam lima pertandingan dengan skor gabungan 28-2.

Ajang itu juga sarat politik. Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un yang ikut dalam delegasi sempat menyampaikan keinginan kakaknya bertemu Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Pertemuan terjadi beberapa bulan setelahnya ketika Jae-in terbang ke Pyongyang menemui Jong Un. Namun sejak itu upaya diplomatik pupus di tengah jalan dan keputusan Korea Utara tidak ikut Olimpiade Tokyo semakin menambah kebuntuan.

Korea Utara mengklaim negaranya bebas corona, tapi banyak pihak ragu karena infrastruktur kesehatan Korea Utara sangat buruk. Ditambah lagi, perbatasan langsung dengan China sebagai tetangga tempat Korea Utara bergantung masalah ekonominya selama ini.

Terkini

Kasus Covid 19 di China Diduga Menyebar Sejak Awal Oktober

Para peneliti di Universitas Kent Inggris menduga virus yang menyebabkan penyakit covid 19 mulai menyebar di China sejak awal Oktober 2019.

Taliban Ambil Alih Wilayah Terpenting Afghanistan

Lusinan distrik jatuh ke tangan Taliban sejak 1 Mei ketika Amerika Serikat dan NATO menarik mundur pasukan terakhir mereka dari Afghanistan.

Inggris Tetapkan Jumlah Penonton Final Euro 2020 di Stadion Wembley

Keputusan penambahan kapasitas penonton di Wembley keluar setelah Perdana Menteri Italia meminta pertandingan final Euro 2020 dipindahkan.

Hacker Korea Utara Diduga Serang Institut Nuklir Korea Selatan

Sebelum menyerang KAERI, kelompok hacker Korea Utara Kimsuky diduga telah memasang malware dalam database dokumen Covid-19 Korea Selatan.

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here