Orang Korea Selatan Bersiap Hidup Normal Seperti Sebelum Pandemi

BNOW ~ Masyarakat Korea Selatan kini bersiap-siap kembali hidup normal seperti sebelum pandemi, setelah pemerintah melonggarkan beberapa pembatasan.

Seiring berlakunya aturan baru mulai Senin nanti, warga dibolehkan menonton pertandingan olahraga dan konser. Tak hanya itu, sebagian besar siswa dapat bersekolah kembali dan menghadiri kelas tatap muka.

Langkah tersebut diambil setelah tingkat vaksinasi Korea Selatan menyentuh angka lebih dari 25 persen dari seluruh populasi.

Pada 11 Juni, pemerintah mengatakan aturan jarak sosial yang kini berada di level 2—tertinggi ketiga dalam sistem lima tingkat—untuk wilayah metropolitan Seoul, bakal berakhir 4 Juli nanti. Begitu juga untuk level 1,5 yang diberlakukan di wilayah lain.

Pemerintah akan mengizinkan kehadiran 30 persen—dari sebelumnya 10 persen—penonton di fasilitas olahraga luar ruangan seperti stadion bisbol dan sepak bola di Seoul, Incheon, serta Provinsi Gyeonggi. Sedangkan di luar Seoul, batas kapasitas ditingkatkan menjadi 50 persen.

Sementara konser musik termasuk pertunjukan K-pop, jumlah penonton yang diizinkan hingga 4.000 orang. Selama pandemi, Pemerintah Korea Selatan membatasi hanya 99 penonton yang boleh hadir.

Siswa sekolah menengah di Seoul sekarang dapat menghadiri lebih banyak kelas tatap muka, setelah Kementerian Pendidikan memutuskan meningkatkan batas kehadiran dari sepertiga siswa menjadi dua pertiga. Beberapa dinas pendidikan daerah bahkan telah mengizinkan sekolah memulai kembali kelas sepenuhnya.

Di sektor bisnis dan hiburan, Kementerian Kesehatan sedang mempertimbangkan izin buka hingga tengah malam bagi restoran, kafe, dan fasilitas hiburan di wilayah metropolitan Seoul. Saat ini, restoran dan cafe harus tutup pukul 10 malam.

Otoritas kesehatan juga sedang membahas aturan jarak sosial baru yang akan diterapkan mulai bulan depan. Misalnya, larangan berkumpul sembilan orang atau lebih, naik dari lima orang yang dibolehkan saat ini.

Sebelum aturan baru diberlakukan secara penuh, langkah-langkah bertahap akan diambil hingga akhir Juli sejalan perkembangan situasi pandemi di Korea Selatan. Misalnya, larangan berkumpul untuk tujuh orang atau lebih.

Baca Juga: Desainer Korea Selatan Ciptakan Robot ‘Mata Ketiga’ untuk ‘Zombie Smartphone’

Perdana Menteri Kim Boo-kyum Rabu lalu mengatakan pedoman baru terkait cara Korea Selatan menghadapi pandemi akan diumumkan pada Ahad, 20 Juni 2021. Kim berharap aturan baru akan membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. “Kami berharap pedoman baru dan rencana vaksinasi pada kuartal ketiga dapat menciptakan momentum untuk langkah maju menuju dimulainya kembali kehidupan normal,” ujarnya.

Di tengah tumbuhnya harapan kembali ke kehidupan normal, otoritas kesehatan meminta masyarakat Korea Selatan tetap waspada terhadap pandemi. Masyarakat diimbau berpartisipasi aktif dalam program vaksinasi karena infeksi covid-19 dapat muncul kembali kapan saja.

Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea atau KDCA, lebih dari 13,21 juta orang, atau 25,7 persen dari seluruh populasi, telah mendapatkan suntikan vaksin pertama. Sedangkan 6,8 persen telah divaksinasi penuh.

Korea Selatan mencatat 545 kasus baru, termasuk 522 infeksi lokal pada Selasa lalu. Hingga kini, jumlah kasus di negara itu menjadi 149.191 kasus.

Terkini

Kasus Covid 19 di China Diduga Menyebar Sejak Awal Oktober

Para peneliti di Universitas Kent Inggris menduga virus yang menyebabkan penyakit covid 19 mulai menyebar di China sejak awal Oktober 2019.

Taliban Ambil Alih Wilayah Terpenting Afghanistan

Lusinan distrik jatuh ke tangan Taliban sejak 1 Mei ketika Amerika Serikat dan NATO menarik mundur pasukan terakhir mereka dari Afghanistan.

Inggris Tetapkan Jumlah Penonton Final Euro 2020 di Stadion Wembley

Keputusan penambahan kapasitas penonton di Wembley keluar setelah Perdana Menteri Italia meminta pertandingan final Euro 2020 dipindahkan.

Hacker Korea Utara Diduga Serang Institut Nuklir Korea Selatan

Sebelum menyerang KAERI, kelompok hacker Korea Utara Kimsuky diduga telah memasang malware dalam database dokumen Covid-19 Korea Selatan.

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here