Bobol Perusahaan Amerika, Peretas Rusia Dihukum 12 Tahun Penjara

BNOW ~ Seorang peretas Rusia bernama Andrei Tyurin dihukum 12 tahun penjara oleh pengadilan federal Manhattan, Amerika Serikat pada Kamis, 7 Januari 2021.

Jaksa mendakwa Tyurin atas pencurian data konsumen senilai 19 juta USD dari 100 juta pelanggan di lebih dari selusin perusahaan jasa keuangan.

Salah satunya JP Morgan Chase, di mana Tyurin mencuri data pribadi lebih dari 80 juta pelanggan bank terbesar Amerika tersebut.

Tyurin diekstradisi dari Georgia pada 2018 atas permintaan pihak berwenang Amerika. Pada September 2019 dia mengaku bersalah atas penipuan dan konspirasi peretasan komputer, serta terlibat dalam perjudian online ilegal.

Jaksa menuduhnya mendapatkan keuntungan dari kegiatan kriminal peretasan antara 2007 dan pertengahan 2015.

Selain lembaga keuangan dan perusahaan pialang, Tyurin juga menargetkan industri media-media keuangan. Termasuk di antaranya penerbit Dow Jones dari Wall Street Journal News Corp.

“Dari rumahnya di Moskow, Andrei Tyurin memainkan peran utama dalam mengatur dan memfasilitasi aksi peretasan internasional,” ujar Penjabat Pengacara Amerika Serikat, Audrey Strauss.

Namun, pengacara Tyurin, Florian Miedel, menyatakan kliennya hanya mengantongi sekitar 5 juta USD. Sementara sisanya dijanjikan oleh rekan konspirator yang mengandalkan Tyurin dalam mendapatkan nama dan informasi kontak, sehingga bisa merekrut pelanggan untuk bisnis judi online ilegal.

Miedel meminta keringanan bagi kliennya. Tyurin, kata dia, tidak pernah mencuri uang melalui aksi peretasannya.

Dalam sebuah surat kepada hakim, Tyurin menulis dia sangat malu dengan pencurian informasi pribadi secara online. Dia percaya telah memilih jalan yang salah dalam hidup.

Tyurin juga mengaku telah berubah sejak tidak bisa melihat lagi putrinya yang lahir empat tahun lalu.

“Saya menyesali apa yang telah saya lakukan. Tetapi sayangnya saya tidak dapat memutar kembali waktu,” ujarnya di pengadilan.

Tyurin ditahan di Amerika sejak dia diekstradisi dari Georgia. Dia akan dideportasi setelah menjalani hukuman.

Ganti Rugi

Empat perusahaan yang menjadi sasaran peretasan meminta ganti rugi senilai 19,9 juta USD dari Tyurin. Terkait jumlah restitusi tersebut, Hakim Laura Taylor Swain mengatakan  hal itu akan ditetapkan dalam sidang terpisah pada 6 April nanti.

Sementara itu, pihak JPMorgan mengungkapkan mereka memang telah diretas pada 2014.

Jaksa sebelumnya mendakwa dua warga Israel, Gery Shalon dan Ziv Orenstein, bersama seorang warga Amerika di Israel, Joshua Samuel Aaron, yang juga terlibat dalam peretasan tersebut.

Terkini

Kasus Covid 19 di China Diduga Menyebar Sejak Awal Oktober

Para peneliti di Universitas Kent Inggris menduga virus yang menyebabkan penyakit covid 19 mulai menyebar di China sejak awal Oktober 2019.

Taliban Ambil Alih Wilayah Terpenting Afghanistan

Lusinan distrik jatuh ke tangan Taliban sejak 1 Mei ketika Amerika Serikat dan NATO menarik mundur pasukan terakhir mereka dari Afghanistan.

Inggris Tetapkan Jumlah Penonton Final Euro 2020 di Stadion Wembley

Keputusan penambahan kapasitas penonton di Wembley keluar setelah Perdana Menteri Italia meminta pertandingan final Euro 2020 dipindahkan.

Hacker Korea Utara Diduga Serang Institut Nuklir Korea Selatan

Sebelum menyerang KAERI, kelompok hacker Korea Utara Kimsuky diduga telah memasang malware dalam database dokumen Covid-19 Korea Selatan.

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here