Foto Bangunan Putih di Tengah Hutan Ternyata bukan Rumah Vladimir Putin

BNOW ~ Media sosial digemparkan oleh foto rumah bergaya futuristik yang menjulang tinggi di tengah hutan. Foto berlabel “Rumah Putin” di Sochi, Rusia, beredar luas dan dipercaya netizen sebagai rumah milik Presiden Rusia Vladimir Putin.

Tapi ternyata itu bukan rumah Putin. gambar rumah itu hanyalah sebuah konsep desain rancangan arsitek Rusia Roman Vlasov. Menurut imajinasi Vlasov, kira-kira seperti itulah desain rumah Vladimir Putin.

“PUTIN HOUSE: atau sebuah cerita tentang seperti apa vilanya,” tulis Vlasov dalam postingan di Instagram pada Januari 2021.

Postingan Vlasov juga disertai tagar seperti #concept dan #design, yang menunjukkan foto itu rendering dan bukan bangunan fisik. Rendering hanyalah desain konsep tiga dimensi yang sebenarnya tidak ada di lokasi fisik mana pun.

Namun, di tangan netizen, visualisasi Vlasov itu beredar luas di dunia maya. Banyak orang percaya itu benar-benar rumahnya Putin. Apalagi “rumah Putin” memiliki desain futuris berisi struktur menjorok dan atap datar serta terletak di hutan terpencil.

Beberapa netizen bahkan membandingkannya dengan rumah milik para bandit dalam film James Bond. Putin sendiri beberapa kali pernah digambarkan media-media Barat seperti penjahat dalam film-film James Bond.

Sementara yang lain menyebut struktur rumah itu tampak “jahat”. Salah satu postingan di Twitter yang mengklaim rumah itu milik Putin, yang dibagikan pada 4 April telah menerima lebih dari 28 ribu like dan 6.000 retweet.

Foto viral itu muncul beberapa bulan setelah Putin dikecam atas tuduhan membangun rumah besar rahasia bernilai miliaran dolar di dekat Laut Hitam Rusia.

Januari lalu, kritikus dan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny merilis sebuah film melalui Yayasan Anti-Korupsi FBK miliknya. Di dalam film itu, Navalny menuduh Putin membangun properti berornamen di pantai Laut Hitam di selatan Rusia. Navalny menyertakan bukti rekaman drone, wawancara dengan kontraktor, dan mengklaim memiliki dokumen serta cetak biru yang dapat diakses publik.

Baca Juga: Tokoh Oposisi Rusia Bongkar Cara Agen FSB Membunuhnya dengan Racun

Film itu juga menuduh pembangunan properti tersebut menelan biaya USD 1,35 miliar. yang dibayar melalui suap. Properti mewah itu disebut berada di tanah seluas 68 hektare dan dilengkapi teater, kasino, dua helipad, arboretum, serta arena hoki es bawah tanah.

Film tersebut telah ditonton lebih dari 87 juta kali secara online dan mendorong orang mengungkapkan keheranan, kemarahan, bahkan olok-olok terhadap istana pantai nan megah. Namun, Putin lekas membantahnya bulan itu juga. “Tidak ada apa pun dari apa yang disebutkan dalam film itu sebagai properti saya, milik saya atau kerabat dekat saya, dan tidak pernah menjadi milik saya.”

Navalny, 44 tahun, dipenjara sejak Februari sekembalinya ke Rusia. Dia dituduh melanggar persyaratan masa percobaan hukuman sebelumnya. Kritikus Rusia ini mendadak tenar setelah Agustus tahun lalu menderita keracunan yang hampir mematikannya dalam penerbangan dari Siberia. Dia dibawa ke Jerman untuk diobati, dan sejak itu menuduh Putin sebagai dalang di balik keracunannya.

Sementara Putin, 68 tahun, telah berkuasa di Rusia selama lebih dari dua dekade. Senin lalu ia menandatangani undang-undang kontroversial yang memungkinkannya tetap menjadi presiden hingga 2036.

Terkini

Kasus Covid 19 di China Diduga Menyebar Sejak Awal Oktober

Para peneliti di Universitas Kent Inggris menduga virus yang menyebabkan penyakit covid 19 mulai menyebar di China sejak awal Oktober 2019.

Taliban Ambil Alih Wilayah Terpenting Afghanistan

Lusinan distrik jatuh ke tangan Taliban sejak 1 Mei ketika Amerika Serikat dan NATO menarik mundur pasukan terakhir mereka dari Afghanistan.

Inggris Tetapkan Jumlah Penonton Final Euro 2020 di Stadion Wembley

Keputusan penambahan kapasitas penonton di Wembley keluar setelah Perdana Menteri Italia meminta pertandingan final Euro 2020 dipindahkan.

Hacker Korea Utara Diduga Serang Institut Nuklir Korea Selatan

Sebelum menyerang KAERI, kelompok hacker Korea Utara Kimsuky diduga telah memasang malware dalam database dokumen Covid-19 Korea Selatan.

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here