Kementerian Pendidikan Singapura Bantah Lacak Data Pribadi Siswa

BNOW ~ Kementerian Pendidikan Singapura atau MOE-Ministry of Education-membantah melacak data pribadi siswa seperti lokasi, nomor identifikasi, atau kata sandi, melalui aplikasi yang dipasang di setiap laptop atau perangkat pembelajaran.

Aplikasi manajemen perangkat atau DMA yang dipasang tersebut, kata Kementerian, hanya merekam data aktivitas online siswa. Misalnya, riwayat pencarian web untuk membatasi akses ke materi tidak pantas seperti konten dewasa atau ekstremis, serta aplikasi permainan dan perjudian.

“Data [yang dikumpulkan DMA] akan disimpan di server aman yang dikelola vendor dengan kontrol akses yang ketat. Hal ini sejalan dengan undang-undang dan kebijakan data pribadi [oleh] pemerintah untuk melindungi data sensitif yang dikumpulkan badan publik,” ujar Aaron Loh, direktur teknologi pendidikan MOE, seperti dikutip dari CNA.

Bantahan itu muncul setelah sebuah petisi diunggah siswa bernama “Jing-Yu Lye” yang meminta MOE mencabut aplikasi tersebut. Petisi tersebut menyebutkan para siswa tidak senang jika harus menginstal DMA di perangkat pembelajaran pribadi, baik laptop sendiri maupun yang dibeli dari sekolah.

“Betapa kecilnya kendali, kebebasan, dan privasi yang kami miliki. [Aplikasi] Ini juga dapat membahayakan banyak informasi dan data siswa bagi peretas. Mereka dapat dengan mudah mengakses data jika program semacam itu diserang,” bunyi petisi yang telah mengumpulkan lebih dari 6.000 tanda tangan selama sepekan.

Seperti disebutkan dalam petisi, melalui DMA guru dapat memantau penggunaan laptop siswa, menonaktifkannya kapan saja, menampilkan konten sesuai keinginan guru. Selain itu, guru dapat melihat konten yang dimiliki siswa di dalam perangkat pembelajaran pribadi tersebut.

Perangkat lunak tersebut juga dapat memfasilitasi penyebaran aplikasi belajar-mengajar jarak jauh. Guru dapat menginstal aplikasi pada perangkat siswa, baik yang berbahaya maupun tidak, atas kebijakannya sendiri.

Petisi itu mendesak masyarakat mendukung upaya untuk “mendapatkan kekuatan yang kami butuhkan untuk mempertahankan privasi”. “Meskipun kami memahami MOE dan sekolah memerlukan cara untuk mengontrol siswa, siswa tidak dapat dipaksa untuk menginstal DMA.”

Perangkat Pembelajaran Pribadi

Memblokir komputer, sebut petisi itu, tidak akan mengakibatkan siswa tiba-tiba memperoleh disiplin diri yang luar biasa. “Mereka masih memiliki akses ke ponsel dan perangkat lain.”

Hingga artikel ini ditulis, petisi telah mengumpulkan lebih dari 6.570 tanda tangan.

Tiga Fungsi DMA
Tiga Fungsi [email protected]

Maret tahun lalu, Menteri Pendidikan Ong Ye Kung mengumumkan semua siswa sekolah menengah akan segera memiliki perangkat pembelajaran pribadi untuk mengubah sistem belajar mengajar tradisional.

Ong mengatakan Kementerian Pendidikan Singapura akan secara bertahap meluncurkan penggunaan perangkat pembelajaran pribadi ke semua sekolah menengah mulai Juni 2020. Pada 2028 ditargetkan semua siswa sekolah menengah telah memiliki perangkat pembelajaran pribadi yang bisa berupa tablet, laptop, atau chromebook.

Kementerian mengatakan semua perangkat mesti dilengkapi dengan DMA untuk memantau penggunaannya. Kementerian akan menanggung biaya langganan penuh DMA untuk semua perangkat. Sekolah akan menghapus aplikasi dari perangkat siswa setelah mereka lulus.

Terkini

Kasus Covid 19 di China Diduga Menyebar Sejak Awal Oktober

Para peneliti di Universitas Kent Inggris menduga virus yang menyebabkan penyakit covid 19 mulai menyebar di China sejak awal Oktober 2019.

Taliban Ambil Alih Wilayah Terpenting Afghanistan

Lusinan distrik jatuh ke tangan Taliban sejak 1 Mei ketika Amerika Serikat dan NATO menarik mundur pasukan terakhir mereka dari Afghanistan.

Inggris Tetapkan Jumlah Penonton Final Euro 2020 di Stadion Wembley

Keputusan penambahan kapasitas penonton di Wembley keluar setelah Perdana Menteri Italia meminta pertandingan final Euro 2020 dipindahkan.

Hacker Korea Utara Diduga Serang Institut Nuklir Korea Selatan

Sebelum menyerang KAERI, kelompok hacker Korea Utara Kimsuky diduga telah memasang malware dalam database dokumen Covid-19 Korea Selatan.

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here